UNIT KEGIATAN MAHASISWA FKH UNTB

Pola pembinaan dan pengembangan kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Tenggara Barat didasarkan pada dua hal, yaitu Pola Pengembangan Mahasiswa (POLBANGMAWA) yang ditetapkan oleh Dirjen DIKTI dan KEPMEN 155/U/1998 tentang pedoman umum organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi. Kegiatan ekstra kurikuler diselenggarakan oleh mahasiswa melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kegiatan ekstra kurikuler di Fakultas Kedokteran Hewan diarahkan untuk pengembangan minat mahasiswa dan peningkatan soft skill. Untuk menunjang pendidikan yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Hewan UNTB, Fakultas memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ekstrakurikuler tersebut melalui ormawa, misalnya pelatihan dan pendidikan dalam rangka meningkatkan sumber daya mahasiswa melalui BEM serta melalui Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI), Kelompok Minat Profesi Veteriner (KMPV) yang meliputi KMPV unggas, satwa liar/hewan kesayangan dan kelompok minat ternak besar (sapi, kerbau dan kuda)

Kegiatan ekstra kurikuler tersebut telah diintegrasikan pada kurikulum 2010 dalam bentuk kegiatan di luar kampus (off-campus) dan GBPP bersoftskill. Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler bagi mahasiswa, wawasan mahasiswa akan lebih terbuka lebar mengenai dunia veteriner dan non veteriner (bakat) serta banyak mahasiswa yang terbantu dalam penyelesaian tugas akhirnya melalui kegiatan-kegiatan minat profesi.

Beberapa kegiatan lain yang terkait dengan peningkatan soft skill mahasiswa antara lain Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) tingkat pra dasar bagi mahasiswa baru dan bersifat wajib. LKMM tingkat dasar diberikan pada pengurus Organisasi Mahasiswa seperti BEM dan BLM yang baru. LKMM tingkat menengah diberikan pada para mahasiswa yang dikader untuk menjadi ketua organisasi mahasiswa. Peningkatan soft skill mahasiswa pun dilakukan melalui kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan menulis, meneliti serta berdiskusi ilmiah pun secara intensif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penalaran mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini menjadi bekal untuk fakultas dalam bentuk proposal yang selanjutnya dikirim ke DIKTI untuk mengikuti seleksi di Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta lomba Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa (PKM) tingkat regional maupun nasional. Kegiatan mahasiswa pun disalurkan melalui kegiatan ekstra kurikuler baik di tingkat Fakultas dan Universitas melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM).

KEMBALI KE BERANDA