KURIKULUM DAN STANDAR KOMPETENSI

Kompetensi Utama untuk lulusan program studi berdasarkan Kurikulum 2010 yang saat ini dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan UNTB, adalah :
a. Menangani penyakit hewan besar, hewan kecil, unggas, hewan aquatik, hewan coba dan satwa liar
b. Menentukan diagnosa penyakit berdasar pemeriksaan fisik dan laboratorium.
c. Menangani masalah reproduksi (diagnosa kebuntingan, dan gangguan reproduksi)
d. Menerapkan manajemen peternakan (nutrisi, kesehatan, pengembangbiakan dan pemeliharaan)
e. Menerapkan pengawasan bahan makanan asal hewan dan produk olahannya
f. Penyusunan skripsi hasil penelitian

Pada Penyempurnaan Kurikulum 2015 ini, kompetensi utama dari Sarjana dan Profesi Kedokteran Hewan dibuat terpisah. Adapun Kompetensi Utama dari Sarjana Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Hewan UNTB berdasarkan Penyempurnaan kurikulum 2013 yang disusun berdasarkan rekomendasi Dewan OIE 2009 dan Kongres PDHI 2010 serta KKNI 2010 adalah :
a. Menangani penyakit zoonotik (emerge dan reemerge diseases), epizootik pada hewan besar, hewan kecil, unggas, hewan aquatik, hewan coba dan satwa liar
b. Menentukan diagnosa penyakit hewan berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratorium
c. Mengembangkan teknologi reproduksi untuk meningkatkan mutu genetik hewan, dan menangani masalah reproduksi hewan (diagnosa kebuntingan dan gangguan reproduksi)
d. Menerapkan dan mengembangkan sistem epidemiologi dan surveillance dalam pengendalian dan pencegahan penyakit strategis dan zoonosis
e. Menerapkan biosekuriti, biosafeti dan bioproduk dalam pengamanan serta pengawasan bahan hayati asal hewan dan produk olahannya berdasarkan kesejahteraan hewan untuk kesejahteraan manusia dengan memperhatikan keseimbangan ekosistem
f. Menerapkan manajemen kesehatan hewan, produksi ternak, nutrisi hewan dan manajemen pemeliharaan hewan
g. Menjelaskan cara mendiagnosa kelainan fisiologis dan simptomatis penyakit pada hewan
h. Menguasai berbagai macam sediaan obat berdasarkan golongan, struktur kimia, farmakokinetik dan farmakodinamik serta kegunaan terapi sesuai parameter penderita

Sedangkan kompetensi utama pada Pendidikan Profesi Dokter Hewan adalah:
a. Memiliki wawasan di bidang Sistem Kesehatan Hewan Nasional dan legislasi veteriner.
b. Memiliki keterampilan melakukan tindakan medis yang legeartis
c. Memiliki keterampilan dalam menangani sejumlah penyakit pada hewan besar, hewan kecil, unggas, hewan aquatik, hewan komoditas, hewan kesayangan dan companion animal, hewan coba, satwa liar dan konservasi.
d. Memiliki keterampilan dalam melakukan:

  1. Diagnosa klinik, laboratorik, patologik dan epidemiologik penyakit hewan
  2. Penyusunan nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik
  3. Pemeriksaan antemortem dan postmortem
  4. Pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi dan aplikasi teknologi reproduksi
  5. Pengawasan dan pengendalian mutu pangan asal hewan
  6. Pengawasan dan pengendalian mutu obat hewan dan bahan-bahan biologis, termasuk pemakaian dan peredarannya
  7. Pengukuran (assessment) dan penyeliaan kesejahteraan hewan
    e. Memiliki keterampilan dalam komunikasi profesional (Professional Communication/Dialogue).
    f. Memiliki kemampuan manajemen pengendalian dan penanggulangan penyakit strategis dan zoonosis, keamanan hayati (biosafety/biosecurity), serta pengendalian lingkungan
    g. Memiliki keterampilan dalam transaksi terapeutikum melakukan anamnesa, rekam medik, persetujuan tindakan medik (informed consent), penulisan resep, surat keterangan dokter dan edukasi klien.

Kompetensi Pendukung dari Sarjana Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Tenggara Barat berdasarkan Penyempurnaan kurikulum 2015 yang disusun berdasarkan rekomendasi Dewan OIE 2009 dan Kongres PDHI 2010 serta KKNI 2010 adalah: Menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi veteriner dan peternakan secara kreatif dan inovatif berdasar etika, moral, agama, Pancasila dan kewarganegaraan serta menerapkan konsep berpikir ilmiah.

Sedangkan kompetensi pendukung pada Pendidikan Profesi Dokter Hewan adalah: Memiliki wawasan etika veteriner dan pemahaman terhadap hakikat sumpah dan kode etik profesi serta acuan dasar kedokteran hewan.

Kompetensi Unggulan atau khusus untuk lulusan program studi berdasarkan Kurikulum 2010 yang saat ini dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan UNTB berdasarkan adalah:
a. Mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan di bidang veteriner
b. Menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi veteriner

Kompetensi Unggulan dari Sarjana Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Tenggara Barat berdasarkan Penyempurnaan kurikulum 2013 yang disusun berdasarkan rekomendasi Dewan OIE 2009 dan Kongres PDHI 2010 serta KKNI 2010 adalah: Mengembangkan kemampuan kewirausahaan secara mandiri di bidang ilmu veteriner dan ilmu peternakan.

Adapun kompetensi unggulan pada Pendidikan Profesi Dokter Hewan adalah: Memiliki keterampilan dalam melakukan analisis resiko, analisis ekonomi veteriner dan jiwa kewirausahaan (enterprenuership).

Kurikulum untuk pendidikan S1 sebanyak 150 SKS yang terdiri 146 mata kuliah wajib dan 4 mata kuliah pilihan yang ditempuh dalam 8 (delapan) semester. Kurikulum Pendidikan profesi dokter hewan sebanyak 38 SKS yang ditempuh dalam 15 bulan. Tiga puluh delapan (38) SKS tersebut terdiri dari: 6 (enam) SKS koasistensi klinik interna hewan kecil selama 8 minggu, 6 (enam) SKS koasistensi klinik interna hewan besar selama 8 minggu, 6 (enam) SKS koasistensi klinik bedah dan radiologi selama 8 minggu, 8 (delapan) SKS reproduksi selama 8 minggu, 6 (enam) SKS koasistensi kesehatan masyarakat dan administrasi dinas selama 8 minggu, 6 (enam) SKS koasistensi diagnosis laboratorik 8 minggu.

KEMBALI KE BERANDA