UNTB Punya Klinik Center Kuda

Di Asia Tenggara Hanya Ada di Lombok dan Myanmar

Klinik Center Kuda di Kampus II Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB) di Gunungsari, Lombok Barat, diharapkan bisa menjadi pusat pendidikan. Khususnya dalam penanganan kesehatan kuda yang ada di NTB. “Penanganan hewan pekerja menjadi prioritas kami di SPANA (organisasi perlindungan hewan pekerja). Inilah awal kerja sama kami dengan UNTB,” kata perwakilan SPANA England, Victoria Phillips pada Lombok Post, Rabu (7/8).

SPANA bekerja sama dengan banyak pihak, terutama bagi kesejahteraan hewan pekerja yang ada di dunia. Di sinilah kehadiran SPANA karena ada penderitaan hewan pekerja. “Dengan adanya penanganan kesehatan ini, penderitaan hewan pekerja misalnya kuda, gajah, keledai, unta, dan lainnya dapat dikurangi,” ujarnya.

Sampai saat ini SPANA sudah hadir di 9 (sembilan) negara. Proyek pertamanya di Afrika. Di sembilan negara ini, kebanyakan hewan dipekerjakan sebagai alat transportasi. Ini juga ada di Lombok. “Kalau di Lombok, hewan pekerja banyak digunakan di bidang pariwisata. Selain bekerja, kesehatan hewan pekerja harus diperhatikan,” terang Victoria.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UNTB, Kholik, mengatakan, Klinik Center Kuda ini hanya ada 2 (dua) di Asia Tenggara, yakni di Lombok dan Myanmar.

Di klinik ini, bisa diketahui perlakuan satwa, melatih pemilik satwa, dan mengajarkan untuk penanganan kondisi satwa. “Kami ingin memberikan edukasi dan melatih dosen, termasuk mahasiswa,” jelasnya.

Melalui kerja ini, pelatih penanganan hewan disiapkan oleh SPANA England. “Kami ingin bisa menyerap ilmu-ilmu itu dan disebarluaskan (oleh) dosen dan mahasiswa kami,” katanya.

Dalam pelatihan selama 2 (dua) hari, Selasa-Rabu (6-7 Agustus 2019), ada 12 (dua belas) orang mahasiswa dan 1 (satu) dosen (yang) diberikan pelatihan khusus oleh Victoria Phillips. Mereka dilatih penanganan luka, kandungan makanan, dan obat-obatan untuk kuda.

“Setelah dosen dan mahasiswa UNTB, kampus ingin berbagi ilmu tersebut ke pemerintah daerah melalui instansi yang membidangi,” tuturnya.

Presiden Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) HM. Munawaroh menyambut baik keberadaan klinik center kuda pertama di Indonesia. Ini harus mampu dikembangkan (oleh) UNTB, agar menjadi pusat pendidikan. “sehingga beberapa kolega yang ingin mengembangkan kuda bisa belajar di sini,” ujarnya.

*Artikel ini telah tayang di Harian Lombok Post, Kamis, 8 Agustus 2019, dengan judul yang sama

Victoria Philip dari ECSC SPANA Inggris sedang memberikan kuliah singkat kepada mahasiswa FKH UNTB di kampus FKH UNTB

Respond For " UNTB Punya Klinik Center Kuda "