Sah, Lombok Miliki Klinik Center Kuda

UNTB Gelar Seminar Internasional Kesehatan Kuda

Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB) meresmikan Klinik Center Kuda di Kampus II UNTB, Gunungsari, Lombok Barat. Kampus bekerja sama dengan SPANA Organization England. Klinik dihadirkan (untuk) menjawab kebutuhan dokter-dokter hewan dalam penanganan kesehatan kuda di daerah ini.

“Kuda masih sangat berkembang di NTB, jadi tenaga-tenaga medisnya masih sangat dibutuhkan di lapangan,” kata Rektor UNTB H. Mashur pada Lombok Post, Selasa (6/8).

Daerah maupun kampus-kampus yang memiliki jurusan dokter hewan di Indonesia umumnya belum mempunyai klinik khusus ini. “Kami melihat, masih sangat besar peluangnya, karena kuda masih aktif di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Contohnya pacuan kuda hingga penggunaan kuda untuk transportasi darat (cidomo). Selain itu juga ada pemanfaatan untuk bisnis susu kuda liar. “Dalam mendukung itu, pasti sangat dibutuhkan SDM yang mampu menjaga kesehatan kuda,” ujarnya.

Harapannya klinik bisa terus berkembang. Pihaknya juga mulai membuka kerja sama dengan berbagai pihak terkait. “Kerja sama ini sudah internasional, dengan adanya dukungan SPANA Organization,” terangnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UNTB Kholik mengatakan dirinya sejak Februari lalu telah menjalin komunikasi. “Sudah lama kami memang bertukar pikiran dan ide, termasuk data-data hewan di NTB,” ujarnya.

Perwakilan SPANA Organization Inggris Victoria Phillips mengatakan kedatangannya ke Lombok untuk berbagi ilmu dengan dosen dan mahasiswa UNTB. Dirinya yang berkecimpung di dunia kesehatan kuda, sangat tertarik dengan kerja sama tersebut. Kontrak kerja sama untuk 3 (tiga) tahun ke depan. “Jadi pelatihan sekarang yang diberikan merupakan tindak lanjut kerja sama tersebut,” jelasnya.

Kedatangan Victoria juga untuk memberikan seminar di Kampus I UNTB hari ini (7/8). Seminar terkait manajemen kuda, terutama pemeriksaan fisik. Ada juga terkait kasus pencernaan dan sakit di bagian perut kuda yang banyak kasusnya di NTB. Termasuk pengenalan pemilihan antibiotik. “Misi saya terakhir tentunya mengenalkan kampanye yang banyak dilakukan Inggris sekarang, tentang Kesejahteraan Hewan sebagai salah satu bentuk perhatian kepada hewan-hewan yang ada di dunia,” ujarnya.

*Artikel ini telah terbit di Harian Lombok Post, Rabu, 7 Agustus 2019, dengan judul yang sama

Victoria Philip dari ECSC SPANA Inggris bersama Ketua PB PDHI (pengurus besar perhimpunan dokter hewan indonesia), drh. H. Muhammad Munaworrah MM, usai kuliah umum “Penanganan kesehatan kuda,” sebagai icon FKH UNTB, di kampus FKH UNTB

Respond For " Sah, Lombok Miliki Klinik Center Kuda "